November 2, 2009
Wah, Axel nilai ulangannya jelek semua. Mungkin karena baby sitter yang keluar sehingga tidak ada yang mengurus Axel lagi secara khusus, terutama dalam hal belajar. Sedangkan mama juga bingung karena harus mengurus dik Kirana juga. Syukurlah ada kesempatan remedi. Semoga Axel bisa mengerjakan & bisa baik lagi nilainya.
Syukurlah ada Eyang yang mau membantu Axel supaya giat belajar lagi. Soalnya memaksa Axel belajar memang sulit, harus ada sogokannya. Dari permen, ayam panas, mainan, dan lain-lain. Tapi lambat laun Axel mau diajak belajar. Sebenarnya Axel rajin belajar kok, cuma kalau sedang mentok di suatu masalah, biasanya mogok dan tidak mau belajar lagi. Kalau sudah begitu jadi ngajak berantem. Jadi seringkali harus diketahui dulu penyebab mogoknya. Sayang Axel tidak bisa berkomunikasi dengan baik dan hanya mengalihkan perhatian padahal sebenarnya sedang mentok. Hiks…
Belajar yang rajin ya, Axel. Salam sayang papa dari sini.
Posted in Axel, Eyang, Kirana, Mama, Papa | Tags: Nilai Ulangan Jelek |
Agustus 20, 2009
Hari ini mama ikutan seminar tentang FingerPrint Test (FT) dan ingin agar Axel dites juga. Langsung saja papa mencari tahu apa itu FT di internet. Termasuk berkonsultasi dengan Ibu Any Bagwanto.
Setelah membaca-baca beberapa sumber, ternyata test ini cukup penting. Demikian pula dengan pendapat Ibu Any yang menguatkan bahwa test ini memang penting. Bahkan Bu Any agak menyesal karena baru mengikutkan Adi dan seluruh keluarga setahun yang lalu dimana usia Adi saat itu sudah 15 tahun. Jika saja test itu dilakukan jauh sebelumnya, tentu Bu Any dapat memberikan yang terbaik buat Adi. Namun Bu Any tidak berkecil hati karena sekarang pun masih terus berupaya yang terbaik bagi Adi.
Dan memang FT dapat menjadi pondasi bagi rencana masa depan anak-anak dengan kebutuhan khusus seperti Axel dan Adi. Namun di sisi lain ada yang kontra dengan menganggap bahwa test ini bertentangan dengan agama karena mengandung unsur ramalan. Walau pun banyak hal-hal ilmiah yang sebenarnya sangat mempengaruhi adanya FT. Namun kita tidak bisa juga menentang asumsi atau pemikiran orang lain yang berlandaskan agama kan?
Tapi kami memutuskan akan mengadakan tes untuk Axel. Inginnya sih Adik Kirana juga dites, tapi ternyata belum bisa karena masih di bawah 2 tahun. Semoga tes ini dapat bermanfaat bagi masa depan Axel. Mohon doanya. Terima kasih.
Posted in Axel, Kirana, Mama, Papa | Tags: Autis, Autisme, Finger Print Test |
Agustus 11, 2009
Kata mama, sudah sejak minggu kemarin Axel rewel minta ke Jogjakarta. Setiap saat mengulang-ulang permintaannya dengan nada tinggi. Dan sudah menjurus ke merusak dan mogok makan & belajar. Akhirnya eyang berencana mengajak Axel ke Jogjakarta hari Selasa sampai Kamis. Wah, tentu Axel senang bukan kepalang. Rasanya sudah tidak sabar menanti hari Selasa. Bahkan Axel sudah mengemasi barang-barangnya di tas.
Dan ketika hari selasa itu tiba (hari ini), Axel senang bukan kepalang. Apa-apa mau diangkut, termasuk meja belajar, kasur, dll. Hehehe… tentu yg berat-berat begitu tidak bisa dibawa. Langsung saja tanpa pamit Axel terburu-buru berlari ke mobil. Bahkan tidak mau mencium mamanya walau pun sudah disuruh. Hehehe…
Kata eyang Putri, di Jogja Axel menuliskan: Axel tinggal di jogja, mama pulang Jakarta. Hahaha…
Mungkin karena Axel bosan sekolah. Atau malah kesulitan dengan pelajaran di sekolah. Dan melarikan diri ke Jogja tidaklah salah. Kebetulan Eyang Kakung tugasnya di Jogja. Tapi kalau keseringan tentu kasihan Eyang Kakung dan Putri. Kan tidak mudah ngurus Axel. Hahaha…
Selamat berlibur (mbolos) ya Axel. Semoga setelah dari Jogja Axel bisa lebih segar dan bisa belajar lagi dengan baik. Oh iya, Jumat gantian mama yang berlibur ke Jakarta. Axel gantian yang jagain dik Kirana. Oh iya, jangan lupa bilang terima kasih ke Eyang Kakung & Putri ya?
Posted in Axel, Kirana, Mama, Papa | Tags: Axel, Jakarta, Jogjakarta, Mbolos, Melarikan Diri |
Juli 16, 2009
Sebenarnya Axel belum ultah saat papa libur pemilu kemarin. Tapi kalau harus menunggu tanggal 16 Juli pas Axel ultah, rasanya bakal sulit mengatur waktu untuk memberi hadiah.
Masalahnya adalah karena Axel rewelnya banyak, macem-macem, lengkap dari yang murah sampai ke yang mahal. Syukurlah papa ada sedikit uang untuk bisa memenuhi sebagian kerewelan Axel. Tapi yang paling heboh adalah saat Axel minta dibelikan meja belajar. Tentu permintaan ini mengharukan hati papa. Langsung saja papa & mama mencarikan meja belajar untuk Axel.
Read more »
Posted in Axel, Kirana, Mama, Papa | Tags: Meja Belajar, Ulang Tahun |
Juli 16, 2009
Tidak terasa hari ini usiamu sudah menginjak angka 9 tahun, Nak. Usia yang cukup, namun belum cukup untuk pertumbuhanmu. Kamu masih banyak membutuhkan waktu untuk tumbuh. Walau pun demikian, papa mamamu akan selalu mendampingi & membantumu mengarungi kehidupan ini. Dan pasti adikmu Kirana akan mau membantumu pula.
Salam cinta dari papa, mama dan adikmu. Juga terima kasih untuk eyang kakung-putri dan Buba yang selama ini telah turut mendampingimu dalam suka dan duka. Tuhan memberkatimu, Nak.

Axel & Mamanya
Posted in Kirana, Mama, Papa | Tags: Selamat Ulang Tahun |
April 15, 2009
Hari Kamis lalu (09/04/09) Axel ke dokter gigi lagi. Soalnya kami khawatir terhadap beberapa giginya yang tanggal dalam waktu yang singkat. Kalau yg tanggal gigi susu, kami tidak terlalu khawatir karena memang sudah waktunya. Tapi ada gigi yg tadinya nampak masih kuat tapi dicabut paksa oleh Axel. Takutnya itu gigi seri.
Nah, untuk memastikannya, kami lantas mengajak Axel ke dokter gigi. Cuma khusus untuk Axel, dokter giginya juga khusus, yaitu ke adiknya Eyang Kakung yang berprofesi sebagai dokter gigi di Yogyakarta. Kebetulan dulu Axel sudah pernah ke sana & dulu pemeriksaannya berjalan dengan baik (baca: “Axel Ke Dokter Gigi”). Kami berangkat bertiga, terpaksa Kirana ditinggal di Semarang bersama Eyang Putri.
Puji Tuhan perjalanan ke Yogyakarta dapat berlangsung dengan aman & lancar. Saat diperiksa pun Axel dapat duduk dengan manis & sangat kooperatif. Dan syukurlah hasil pemeriksaannya pun baik. Gigi yang tanggal benar-benar gigi susu. Bahkan gigi serinya ada yg sudah mulai tumbuh sehingga gigi susu-nya tanggal sendiri.
Puji Tuhan semuanya baik-baik saja.
Posted in Axel, Kirana, Mama, Papa | Tags: Axel Renantio |
Februari 24, 2009
Beberapa hari ini Axel nakal sekali. Untuk kesekian kalinya Axel merusakkan TV dengan menuangkan susu ke TV. Dan akhirnya TV pun mati. Hiks…
Hari ini tambah heboh ketika Axel melemparkan sentir dan memecahkan tabungnya. Kami memang memiliki 2 sentir, yang satu dulu digunakan untuk menerangi kuburan ari-ari Dik Kirana, sedangkan yang satu lagi khusus untuk mainan Axel.
Setelah dilempar dan pecah berantakan, rupanya Axel masih penasaran dan mengambil pecahan tabung yang masih besar itu. Sayangnya jari tangan Axel tergores dan terluka. Darahnya banyak sekali, begitu kata mama. Langsung saja Axel dibawa ke Klinik Kita yang cukup dekat dengan rumah. Axel dan mama ke sana dibonceng satpam. Untung satpamnya baik ya? Terima kasih Pak Satpam.
Setelah diobati dan dibalut, Axel masih meringis-ringis. Tampaknya masih terasa perihnya. Dan Axel kurang nyaman dengan rasa perih tersebut.
Malam ini baru jam 19 ketika mama sms cerita kalau Axel sudah tidur. Hehehe… rupanya Axel masih kurang nyaman dengan perih di tangannya dan memilih tidur. Axel memang begitu, ketika ada rasa tidak enak atau sakit, maka Axel lebih cepat tidurnya.
Selamat tidur Axel sayang, semoga besok segera sembuh. Axel yang sayang sama dik Kirana ya? Cium sayang papa dari sini. Tuhan memberkati.
Posted in Axel, Dewo, Kirana, Mama | Tags: Axel Renantio |
Februari 12, 2009
Halo Axel sayang,
Papa dapat kabar kalau Axel nilai ulangannya bagus-bagus. Ada nilai 9-nya di beberapa pelajaran. Wah, papa bangga sama Axel.
Dan nanti di bulan Juli Axel akan masuk kelas 1. Memang agak terlambat ya? Tapi tidak mengapa, yang penting Axel bisa memperoleh pendidikan yang baik. Papa di sini terus mendoakan Axel.
Cium sayang untuk Axel & Kirana.
Posted in Axel, Kirana, Mama, Papa | Tags: Axel, Kirana |
Februari 3, 2009
Dua hari yang lalu Axel tiba-tiba badannya merah dan bentol-bentol. Kata mama malah sampai ke matanya juga. Selama badannya tidak enak, Axel menulis: “Axel mau ke rumah sakit.” Rupanya Axel badannya terasa tidak enak sekali ya?
Oleh mama akhirnya Axel dibawa ke dokter. Kata dokter Axel alergi sesuatu. Cuma tidak tahu alergi apa. Soalnya Axel kan makannya dijaga dengan ketat. Atau mungkin Axel makan sesuatu di sekolah ya? Atau karena kena ulet bulu?
Syukurlah Axel segera membaik ketika diberi obat. Padahal alergi seperti itu kan bahaya sekali.
Axel kalau di sekolah jangan makan sembarangan ya? Atau karena mungkin makan “Nasi Jakarta”? Mungkin ada daging yang membuat Axel alergi.
Posted in Axel, Kirana, Mama, Papa | Tags: Alergi, Axel |
Januari 18, 2009
Semenjak kehamilan Bianca kami sudah mulai memikirkan & mengupayakan untuk mempekerjakan seorang baby sitter. Tadinya baby sitter dimaksudkan untuk mengurus Bianca. Tapi setelah kelahiran Bianca, sasarannya jadi berbeda. Baby sitter hanya akan membantu Sisi yang tetap akan mengurus Axel & Bianca. Maklum, kami berupaya supaya Axel tidak cemburu karena merasa tidak diperhatikan mamanya. Rasanya ini strategi yang bagus.
Puji Tuhan karena kami mendapatkan baby sitter yang baik yang mau menerima kondisi keluarga kami. Dia juga mau menangani dua anak. Semoga saja baby sitter bisa betah tinggal bersama keluarga kami. Padahal tempat tidurnya pun tidak begitu layak karena hanya tempat tidur lipat. Syukurlah dia mau menerimanya dengan baik.
Terima kasih Tuhan.
Posted in Axel, Bianca, Mama, Papa |